DbClix

Rabu, 13 November 2013

Selamat Hari Ayah (7 Ayah terhebat dalam Al-Quran)

7 Ayah Terkeren dalam Al Quran 

 

Umumnya dari kita mengetahui bahwa pada tanggal 22 Desember merupakan Hari Ibu. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghormati jasa wanita yang melahirkan mereka. Tahukah Anda kapan Hari Ayah? 

Hari Ayah di Indonesia dirayakan pada 12 November setiap tahunnya.

Untuk memperingati jasa-jasa ayah, inilah deretan ayah terkeren dalam Islam.
Semoga para blogger bisa mengambil pelajaran dari mereka.

1.  Nabi Muhammad S.A.W.
Siapa yang tidak kenal beliau? Rasulullah dikenali oleh semua orang, baik musuh ataupun kawan. Beliau dinobatkan sebagai orang paling berpangaruh di dunia versi buku ‘The 100’ ini memiliki 4 putra dan 4 putri, walaupun keempat putranya meninggal saat masih kecil, tetaplah beliau ayah terbaik. Jiwa penyayangnya kepada anak-anak tidak diragukan lagi. Nabi Muhammad menyayangi semua anak kecil meskipun tak memiliki hubungan darah dengannya.
Beliau menciumi anak kecil saat berjumpa, mengajak balap lari, dan membuat lelucon jenaka merupakan keahliannya, dalam menghibur anak dan cucunya. Beliau juga merupakan sosok yang sabar dan tidak suka memarahi anak kecil.
Walaupun sabar dan tidak suka marah kepada anak kecil, bukan berarti menghilangkan sifat tegas beliau dalam mendidik anak. Rasulullah tidak segan menegur anaknya apabila menyalahi adab yang dibenarkan Islam. Beliau pernah menegur Umar bin Abu Salma “Hai nak! Bacalah basmalah, menyuaplah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang ada didekatmu!” dari Aisyah HR. Bukhari dan Muslim.
Beliau bahkan pernah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, tentu Muhammad akan memotong tangannya.” HR. Bukhari. Melalui contoh di atas kita mengetahui sebagai seorang ayah kita patuh dekat dengan anak akan tetapi tidak menghilang ketegasan dan objektivitas tetang kebenaran.

2. Nabi Ibrahim A.S.
Nabi Ibrahim menjadi sosok ayah terkeren berikutnya karena keberhasilannya membina suatu keluarga. Prestasinya di antaranya Sarah yang sholehah, Hajar yang tegar, dan Ismail anak yang sholeh dan mampu menguatkan dan mengokohkan keimanan bapaknya. Nabi Ibrahim telah berhasil mendidik keluarganya menjadi keluarga yang senantiasa mentauhidkan Allah SWT.
Fase Dua yang sangat sulit dalam hidup sebagai seorang ayah telah Beliau lalui dengan baik. Dua fase itu adalah ketika turun perintah dari Allah meninggalkan Hajar yang baru melahirkan Ismail di bukit gersang tak berpenghuni dan saat turun perintah menyembelih anaknya Ismail. Walaupun berat Ibrahim menjalankan perintah Allah tersebut. Rasa cintanya kepada keluarga tidak pernah mengalahkan rasa cintanya kepada Allah. Bahkan Ibrahim sebagai seorang ayah mampu meyakinkan keluarganya tentang arti ketaatan kepada perinta Allah.  Memalui kisah ini kita menyadari bahwa seorang ayah tidak sepantasnya menjadikan rasa cinta kepada keluarga sebagai alasan untuk berbuat negatif. Seberat apapun kondisi yang ayah terima kita harus tetap yakin bahwa Allah akan senantiasa menolong dan memberikan jalan. 

3. Nabi Ya'qub A.S. (Ayahnya Nabi Yusuf AS)
Nabi yang juga dikenal sebagai Nabi Isroil dan menjadi nenek moyang Bani Israil ini menjadi ayah terkeren bukan karena memiliki anak Nabi Yusuf yang super tampan. Akan tetapi, hal yang tidak kalah keren darinya adalah kesabaran beliau dalam mengenalkan baik dan buruk kepada anaknya.
Sifat iri yang kerap dimikili oleh anak terhadap perhatian orang tua mereka kepada saudaranya juga dialami oleh anak Yaqub. Rasa iri ini yang menjerumuskan anak-anak Yaqub untuk berbuat jahat kepada Yusuf. Meskipun mengetahui anak-anaknya telah berbuat jahat kepada anak kesayangannya, Yusuf, Yaqub tidak serta-merta membuang dan mengusir anaknya dari rumah. Akan tetapi Yaqub justru mendoakan ampunan kepada Allah untuk anak-anaknya. Beliau juga menasehati dan  mendoakan semoga anak-anaknya dapat berubah menjadi lebih baik. Sikap kesabaran ini yang seharusnya dimikili oleh seorang ayah yang memiliki anak nakal atau bermasalah. Kekurangan anak bukan berarti menjadi alasan seorang ayah untuk mengusirnya. Akan tetapi menjadi tanggung jawab orang tua lah untuk meluruskan jalannya.
Beliau juga masih memberikan harapan anak-anaknya untuk berubah dan berbuat baik saat meminta Bunyamin untuk ikut ke Mesir. Rasa percaya ayah kepada anak inilah yang beliau terapkan. Orang tua harus bersikap tegas tetapi tidak menghakimi dan melebel negatif anak. Orang tua seharusnya menjadi seorang yang paling dekat dan paling percaya kepada anak  bahwa ia akan berubah di saat posisi tersebut. 

4. Nabi Dawud  A.S. (Ayahnya Nabi Sulaiman A.S.)
Mengenali potensi anak itulah keahlian yang dimiliki oleh raja yang adil dan sangat kaya raya ini. Nabi Dawud telah mengetahui potensi kecerdasan Sulaiman jauh ketika anaknya masih kecil. Ketika mengetahui potensi anaknya, Dawud giat mengasah kecerdasan Sulaiman untuk memimpin kerajaan dan memberikan hukum yang adil terhadap suatu permasalahan. Sulaiman senantiasa diajak melihat teknik menyelesaikan masalah kerajaan.
Alhasil Sulaiman tumbuh kemampuan analisisnya dan menjadi anak yang semakin cerdas. Hal ini yang harus dimiliki seorang ayah. Mengenali bakat anaknya dan mendukungnya ke arah yang positif. Mengenali bakat anak sejak dini penting dilakukan guna menentukan arah pendidikan yang sesuai.
Dawud juga patut menjadi contoh bagi para ayah yang anti kritik dan sulit mendengarkan pemikiran anaknya. Beberapa hukum yang sulit seperti saat kasus kambing yang memakan tanaman di kebun tetangganya dapat diselesaikan Dawud dengan bantuan Sulaiman. Walaupun dengan kata lain harus Dawud harus menerima kritikan anaknya. Dawud dapat lapang dada menerima masukan anaknya sejauh hal tersebut membawa ke arah yang lebih baik.
Sering kali orang tua menganggap dirinya selalu benar dan anak harus mendengarkan semua perkataannya. Mengeritik nasehat orang tua sering kali dianggap sebagai membantah atau menentang orang tua. Hal-hal semacam itu sebaiknya diperbaiki. Sudah saatnya ayah membuka pikiran dan mencoba menyaring masukan anak. Ayah seharusnya bisa mendengar masukan anak dan mengarahkannya ke arah yang positif dan memperbaiki dengan ramah bila ada kesalahan. Membantah dengan kasar saat anak salah justru membuat anak menjadi semakin jauh dan tidak percaya terhadap orang tua.      

5. Nabi Zakaria A.S. (Ayahnya Nabi Yahya)
Ayah yang satu ini patut diacungi jempol dalam hal berdoa kepada Allah agar diberikan anak. Hingga usianya 90 tahun, istrinya, Isya belum kunjung memiliki anak. Tanpa keraguan Zakaria terus bermunzat kepada Allah agar diberikan anak yang doanya tertulis dalam Surah Maryam ayat 2-6.  Berkat kesungguhan dan keyakinannya doa beliau akhirnya dijawab oleh Allah dengan terlahir anak bernama Yahya pada Surah Maryam ayat 7.
Melalui kisah ini, terdapat sebuah gambaran bahwa tugas menjadi ayah terjadi jauh sebelum terbentuknya janin. Zakaria telah mendoakan anaknya menjadi anak yang diridhai-Nya jauh sebelum istrinya hamil. Persiapan menyambut seorang anak tidak hanya setumpuk popok dan baju bayi saja, akan tetapi calon orang tua hendaknya juga mendoakan calon anaknya agar menjadi anak yang sholeh/sholeha.

6. Nabi Suaib A.S. (Mertua Nabi Musa A.S)
Tugas terakhir sekaligus tugas terberat seorang ayah yang memiliki anak perempuan adalah mencarikan pasangan dan menikahkannya. Memilih calon menantu yang akan memperistri anak perempuannya bukan hal yang mudah. Memiliki dua orang putri yang pemalu Suaib telah mengetahui anaknya menyukai Nabi Musa sejak pertama bertemu. Melalui isyarat perkataan bahwa Musa kuat dan bisa dipercaya serta memintanya menjadi pelayan, Suaib sudah mengetahui bahwa anaknya menyukai Musa.
Akan tetapi kriteria Suaib memilih menantu tidak hanya itu. Untuk membuatnya yakin bahwa Musa adalah pria yang baik untuk anaknya Suaib meminta mas kawin berupa bekerja dengannya selama 8-10 tahun. Dengan waktu tersebut diharapakan Suaib dapat mengenal pribadi Musa lebih baik. Selain itu waktu tersebut juga berguna untuk memberikan nasehat dan perbaikan untuk Musa sebelum menjadi menantunya.
Hal ini yang harus diperhatikan seorang ayah yang akan memilih calon menantunya. Memilih calon menantu untuk putri kita tidak hanya bedasarkan kesukaan anak saja. Akan tetapi lebih dari itu, seorang ayah juga harus mengenali pribadinya terlebih dahulu. Selain itu Suaib juga terbukti pandai mendidik anak perempuannya menjadi wanita yang pemalu.
Pemalu dalam artian positif. Kedua anaknya malu dan tidak mau berkumpul dengan lelaki yang bukan mahromnya untuk berebut mengambil minum ternak di sumur. Mereka lebih memeilih menunggu. Selain itu, anak perempuannya juga malu seraya menutup wajahnya saat berbicara kepada Musa, pria asing yang baru dijumpainya.

7. Luqman Al-Hakim
Sosok yang satu ini membuat namanya ditulis dalam Al Quran  berkat kebijakannya dalam mendidik anak. Beliau merupakan orang kedua yang bukan nabi akan tetapi ditulis di dalam Alquran setelah Maryam. Meskipun bukan nabi akan tetapi Allah memberikan hikmah (kebijaksanaan) kepadanya sebagaimana yang tertulis di Surah Luqman ayat 12-19.
Berkat keistimewaan hikmah tersebut Luqman dapat menasehati anaknya dengan begitu bijak dan arif. Secara tersirat Allah memerintahkan kepada para ayah untuk menasehati anaknya seperti Luqman menasehati anaknya.
Beberapa isi wasiat Luqman kepada anaknya diantaranya supaya mentauhidkan Allah dan melarang syirik. Beliau juga berpesan untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua dan menuruti perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dengan perintah Allah serta tidak berbuat sombong dan menjaga suara di muka bumi. Selain itu beliau juga mengingatkan anaknya bahwa segala sesuatu yang dilakukan baik-buruknya akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir.
Pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki himar. Melihat tingkah laku Luqman itu, seorang pun berkata, "Lihat itu orang tua itu tidak kasihan membiarkan anaknya berjalan kaki". Setelah mendengarkan hal tersebut, Luqman pun turun dari himarnya, lalu menaruh anaknya di atas himar. Melihat yang demikian, maka orang berkata, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya asyik menaiki himar, sungguh kurang ajar anak itu".
Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh tersiksanya himar itu."
Mendengar percakapan tersebut, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu. Kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.". Dalam perjalanan mereka berdua pulang ke rumah, Luqman Hakim menasehati anaknya tentang sikap manusia. "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu."

 

Jumat, 09 Desember 2011

Rumah Makan BaBuDuduLz




Kuliner Khas Bandung, dengan Ramuan Asli asal Bandung yang sesungguhnya / Original.

Lokasi di : Jl. Raya Galaxi Blok B no 301 , Ruko Galaxi 1 Bekasi

Selasa, 12 Juli 2011

Kiat menghadapi Kebosanan




Di tengah kesuksesan seorang eksekutif muda ternyata mengalami kebosanan dengan apa yang dia alami sehari - hari. Dia pun pergi meninggalkan rutinitasnya dan pergi ke desa terpencil untuk mencari inspirasi. Dalam perjalanan bertemulah dia dengan seorang petani tua. inilah perbincangan seorang pemuda kepada seorang bapak tua yang bijak.

Pemuda " sebenarnya apa itu perasaan bosan, pak?"
Bapak " Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup yang monoton dari waktu ke waktu"

Pemuda " kenapa kita merasa bosan?"
Bapak "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki"

Pemuda "bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Bapak "Hanya ada satu cara, Nikmatilah kebosanan itu maka kita pun akan terbebas darinya."

Pemuda "bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Bapak " bertanyalah kepada diri sendiri : mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yag sama rasanya setiap hari?"
Pemuda "karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda"
Bapak "Benar sekali anakku. tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang"

Pemuda "bagaimana menambakan hal baru dalam rutinitas?"
Bapak "ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat - loncat. dan seterusnya."

Bapak tua (sambil tersenyum) " karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berfikir tentang kebosanan..segala sesuatu berasal dari pikiran. berpikir bosan menyebabkan kau bosan."

Kamis, 25 November 2010

Pesankan saya tempat di Neraka !!!

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya…

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan
panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.

Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!” begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat… Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…mumpung kesempatan itu masih ada.

Rabu, 24 November 2010

Uang Bukan Segalanya

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara

Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,

Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,

"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam.

ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

Senin, 22 November 2010

Hidup Sederhana di Indonesia

Hanya ada 5 Hal sederhana yang saya inginkan di Negara Indonesia Tercinta

1. Saya Ingin kemana - mana Naik Angkutan Umum...sehingga
a. saya tidak takut mengantuk
b. tidak perlu emosi karena pengemudi motor atau mobil yang ugal - ugalan
c. Lebih Sehat, bisa sambil baca buku untuk pengembangan diri bisa menghafal doa doa rutin dan sebagainya
d. bisa istirahat sembari di jalan
e. dan sebagainya

Namun sayangnya..
a. naik Angkutan umum harus lebih mahal 4 x lipat dari pada naik motor.
kl saya naik motor keluar 10.000 untuk 3 x bolak balik
kl saya naik angkutan umum keluar 20.000 untuk bolak balik
b. naik angkutan umum memakan waktu 4 kali lipat
kl saya naik motor memakan waktu 30 menit sampai kantor
kl saya naik angkutan umum memakan waktu 2 jam sampai kantor
c. Naik Angkutan umum justru ugal - ugalan en bikin was was penumpang
Mengapa justru naik angkutan umum jadi tidak efisien

2. saya ingin bisa beribadah lancar

3. saya ingin Bekerja dengan niat membangun Keluarga dan Negara

4. saya ingin membantu sesama Bangsa

5. saya hanya ingin masuk Surga

Selasa, 28 September 2010

Penelitian Penyembelihan Hewan Cara Islam

kalo nyembelih hewan (sapi, kambing ato ayam), lebih 'berprikehewanan' yg mana ? langsung disembelih pake pisau ato di pingsanin dulu br dipotong dgn asumsi hewan ga merasa kesakitan pd saat sembelih ?
ini dia jawabannya :

Di bawah ini adalah tulisan yang disadur dan diringkas oleh Usman Effendi AS.,dari makalah tulisan Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Sekretaris Eksekutif LP.POM-MUI Propinsi DIY dan Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta:


Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:


Pertama :
pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua :
pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga :
setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat :
karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat

Pertama :
segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua :
segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga :
grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat :
karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Hadits Rasulullah tentang penyembelihan ini:

“........ dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya.” (H.R. Muslim).

Semoga fakta ini bisa meyakinkan para Muslim tentang kepintaran dan mukzizat nabi Muhammad SAW..amiin
Sumber http://hasbee.wordpress.com/2009/12/01/penyembelihan-menurut-syariah-vs-barat/